Sobat Auren, pernah kepikiran nggak, kenapa sih setiap pemain bola di lapangan selalu pakai nomor punggung? Mulai dari kiper dengan nomor 1, penyerang dengan nomor 9, sampai sang playmaker dengan nomor keramat 10. Ternyata, angka-angka di jersey itu bukan sekadar hiasan, lho. Ada sejarah panjang dan unik di baliknya!
Yuk, kita telusuri bareng-bareng perjalanan nomor punggung, dari sekadar alat bantu identifikasi hingga menjadi simbol identitas seorang pemain legendaris.
Awal Mula yang Sederhana: Biar Nggak Tertukar!

Percaya atau tidak, pada awal era sepak bola modern, pemain turun ke lapangan tanpa nomor sama sekali. Bisa bayangin betapa pusingnya wasit, penonton, dan komentator radio saat itu? “Pemain berambut gondrong itu melanggar pemain yang sepatunya beda warna!” Ribet banget, kan?
Ide penggunaan nomor punggung pertama kali muncul sekitar tahun 1920-an di Inggris. Tujuannya sangat praktis: untuk memudahkan identifikasi pemain. Pertandingan antara Arsenal dan Sheffield Wednesday pada tahun 1928 menjadi salah satu momen bersejarah di mana para pemain untuk pertama kalinya mengenakan nomor di punggung mereka.
Sistemnya pun sederhana, nomor 1 sampai 11 diberikan kepada pemain starter berdasarkan posisinya di lapangan.
- No. 1: Kiper
- No. 2 & 3: Bek sayap
- No. 9: Penyerang tengah
- No. 10: Penyerang dalam (cikal bakal playmaker)
Dari Kewajiban Turnamen Menjadi Identitas Abadi

Penggunaan nomor punggung menjadi semakin resmi ketika FIFA mewajibkannya pada Piala Dunia 1954. Setiap pemain dalam skuad harus terdaftar dengan nomor spesifik selama turnamen.
Namun, titik balik yang sesungguhnya terjadi pada musim 1993/1994 di Liga Premier Inggris. Saat itu, setiap pemain akan memiliki satu nomor punggung yang sama untuk satu musim penuh. Di sinilah “era identitas” dimulai. Pemain tidak lagi berganti nomor setiap pertandingan. Nomor tersebut melekat pada nama mereka.
Dari sinilah kita mulai mengenal Eric Cantona dengan nomor 7-nya yang ikonik, Alan Shearer dengan nomor 9, atau Ryan Giggs dengan nomor 11.
Ketika Angka Menjadi “Keramat” dan Penuh Makna

Seiring berjalannya waktu, beberapa nomor punggung berevolusi menjadi “keramat” karena sering dipakai oleh para pemain hebat di posisi tertentu.
- Nomor 10: Dianggap sebagai nomor paling sakral. Dipakai oleh para jenius sepak bola, seniman lapangan hijau seperti Pelé, Diego Maradona, Zinedine Zidane, hingga Lionel Messi.
- Nomor 9: Milik para predator kotak penalti. Seorang striker murni yang tugasnya hanya satu: mencetak gol. Sebut saja Ronaldo Nazario, Gabriel Batistuta, dan Robert Lewandowski.
- Nomor 7: Seringkali menjadi milik pemain sayap lincah atau bintang utama tim yang punya tendangan mematikan, seperti George Best, David Beckham, dan tentu saja, Cristiano Ronaldo (CR7).Â
Kini, nomor punggung bukan lagi sekadar angka. Ia adalah bagian dari warisan, branding, dan cerita seorang pemain. Ia menjadi sesuatu yang diidam-idamkan pemain muda dan dikenang oleh para penggemar.
Buat Cerita Ikonikmu Sendiri dengan Auren Sportwear!
Sama seperti para legenda, nomor punggung di jersey tim Sobat Auren juga punya cerita dan makna tersendiri. Apakah itu nomor favoritmu, tanggal lahir, atau angka keberuntungan, nomor tersebut adalah bagian dari identitas timmu di lapangan.Di Auren Sportwear, kami paham betapa pentingnya setiap detail pada jersey. Mulai dari desain yang keren, bahan yang nyaman, hingga nomor dan nama punggung yang tercetak sempurna. Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya ciptakan jersey legendaris untuk tim kamu! Hubungi Tim Auren Sportwear sekarang untuk Konsultasi Desain dan Pemesanan Jersey Custom Tim Kamu!
